Selasa, 22 Juli 2008

Tiga Jurus Strategi Bisnis

Jaxvision October 11th, 2007

jurus-bisnis.jpgApa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapa Nokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik. Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini : bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan.

Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.

Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.

Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat.

Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya.

Demikianlah, tiga jurus strategi bisnis yang layak dikedepankan. Deretan jurus yang bila dipentaskan dengan presisi yang tinggi dijamin akan menghantarkan sang pemainnya dalam bahtera keunggulan.

Konsep Strategi Bisnis

Konsep Kompetisi
Dalam dunia bisnis dan industri kompetisi itu melekat dengan gerak langkah bisnis dan industri. Hal ini disebabkan terdapatnya lima kekuatan yang terus menerus menekan setiap langkah mereka. Kelima forces itu dikembangkan oleh M.E. Porter : “Competition from suppliers of substitutes, the threat from entrants, competition from established producers, and the bargaining power from suppliers and buyers”. Secara comprehensive keseluruhan driving force competition ini dituangkan dalam gambar berikut.

Bila sebuah bisnis atau industri ini sukses dan memenangkan kompetisi, maka ada dua kriteria yang harus dipenuhi yaitu : pertama, “The company must supply the customers want to buy”; kedua, “The company must survive the competition”. Karena itu ada dua pertanyaan sederhana dalam kaitannya dengan dua kriteria keberhasilan diatas yaitu :

  1. Apakah yang diperlukan oleh customer itu ?
  2. Apakah yang harus dilakukan agar survive dalam kompetisi ?

Untuk menjawab kedua pertanyaan diatas, dibawah ini disajikan sebuah bagan yang memperjelas kedua faktor diatas. Sedangkan lampiran I memperjelas pertanyaan dengan alternatif solusinya.

Konsep Strategi
Strategi adalah sebuah rencana yang komprehensif yang mengintegrasikan segala resources dan capabilities yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetisi. Jadi strategi adalah rencana yang mengandung cara komprehensif dan integrative yang dapat dijadikan pegangan untuk bekerja, berjuang dan berbuat guna memenangkan kompetisi. Berikut ini beberapa definisi strategi yang walaupun rumusannya bervariasi, nmun memiliki karakteristik dan unsur-unsur yang esensinya sama.

“Strategy is the great work of organization. In situations of life and death, it isthe Tao of survival or extinction. Its study cnnot be neglected”
“Strategy is the overall plan for deploying resources to establish a favorable aposition for action”
“A strategy is the pattern or plan that integrated an organization major goals, policies, and action aequences into a cohesive whole. A well formulated strategy helps to marshall and allocated organization resources into a unique and viable posture based upon its relative internal competences and shortcomings, anticipated changes, in the environment and contingent moves by intelligent opponents”.

Konsep strategi ini secara historis memang berasal dari militer, seperti yang diungkapkan oleh Von Neumon dan morgenstren dalam tulisannya “Theory of Games” yang mengandung teori dan konsep strategy. Dari sinilah konsep tersebut kemudian di aplikasikan kedalam dunia bisnis dan dunia kehidupan lainnya seperti politik. Thomas Schelling mengembangkan study dengan judul “The Strategy of Conflict” yang mengungkapkan berbagai unsur strategy yang umum ditemui dalam berbagai aspek kehidupan dalam situasi competitive. Unsur-unsur umum ini adalah prinsip-prinsip dalam bargaining, threats, mutual distrusts, dan balance antara kerjasama dan conflict.

Dalam perkembangan selanjutnya terutama dalam era globalisasi strategy merupakan management instrument yang ampuh dan tidak dapat dihindari, tidak hanya untuk survival dan memenangkan persaingan tapi juga untuk tumbuh dan berkembang.

Analysis Terhadap Kompetitor
Dalam membangun strategi untuk memenangkan kompetisi maka salah satu fokus utama adalah memahami tentang posisi dan gerakan competitor. Berikut ini pertanyaan mendasar dalam menganalysis competitor :

  1. Siapa yang harus menjadi sasaran competitor, dan langkah apa yang harus diambil?
  2. Apakah strategic move competitor itu dan seberapa seriuskah harus diperhatikan?
  3. Hal apa yang harus dihindari untuk menghindari response yang emosional dan desperate?

Dibawah ini disajikan framework untuk mengkaji competitor.

Examples:

Repositioning Perguruan Tinggi
Pada era globalisasi ada tiga tantangan besar yang dihadapi setiap perguruan tinggi pertama, dampak globalisasi; kedua, kompetisi; ketiga, strategi. Dampak globalisasi akan dibahas tersendiri, sedangkan dalam bagian ini analisis hanya difokuskan kepada kompetisi dan strategi.
Agar perguruan tinggi dapat bergerak dalam kompetisi dan dalam menetapkan strategi dengan tepat dan benar, maka diperlukan penentuan posisi baru dengan paradigma baru dan orientasi baru yang disebut dengan repositioning. Repositioning perguruan tinggi dilaksanakan dengan menilai dan mereview seluruh kekuatan dan kelemahan sehingga dapat menentukan mana yang harus diperbaiki dan diperkuat. Perguruan tinggi harus juga mengetahui resources dan potentials serta capabilities yang dimiliki untuk memulai suatu gerakan dalam bersaing. Kompetitor, seperti perguruan tinggi lain, berbagai lembaga pendidikan yang bertaburan dimasyarakat, social dan political organizations, dan seluruh kekuatan yang ada dipasar, perlu dikaji dan pasar bebas perlu diketahui dengan jelas sehingga tidak salah dalam menetapkan strategi untuk memasuki pasar. Semua kegiatan ini termasuk dalam repositioning kelembagaan perguruan tinggi.

Membangun Keunggulan Strategi
Strategi untuk membangun perguruan tinggi dalam era kompetisi ini dapat dikelompokkan kedalam beberapak kelompok berikut ini:

  1. Mengembangkan hubungan baik dengan customers. Untuk perguruan tinggi yang menjadi customers itu amat kompleks dari mahasiswa, orang tua, bisnis dan industri lembaga pendidikan persekolahan, sehingga mereka merasa terikat secara emosional. Customers satisfaction menjadi tujuan utama, sebab bila satisfaction tercipta, keterikatan emosional dalam hal ini loyalty, secara bertahap dapat berkembang.
  2. Menciptakan trust dan confidence dikalangan berbagai kelompok stakeholders yang amat luas dan kompleks itu. Luasnya stakeholder ini karena pendidikan termasuk pendidikan tinggi merupakan hak setiap orang sesuai dengan deklarasi dunia bahwa pendidikan itu hak setiap orang. Trust dan confidence ini penting sebagai salah satu bentuk social and public accountability perguruan tinggi.
  3. Membangun competitive advantage centers. Pusat-pusat keunggulan ini bila dapat diwujudkan akan merupakan point of promotion yang menarik.
  4. Membangun kerjasama, kemitraan dan networking. Dalam dunia kompetisi batas antara kerjasama dan bersaing kadang-kadang amat tipis. Kerjasama penting untuk membangkitkan daya saing dan daya jual, tapi juga sekaligus membuka peluang untuk menambah kekuatan kompetitor. Dalam membangun perguruan tinggi era globalisasi setiap perguruan tinggi tidak mungkin menutup diri, sebab itu artinya kematian.

Kesimpulan

  1. Kompetisi itu melekat dengan kehidupan perguruan tinggi, karena itu setiap perguruan tinggi harus mengerti dan memahami bagaimana berkompetisi untuk survival perguruan tinggi itu sendiri dalam jangka panjang.
  2. Strategi adalah manajemen istrument untuk memenangkan kompetisi untuk survival. Artinya dalam upaya membangun perguruan tinggi, penetapan strategi yang komprehensif amat penting dan diperlukan.
  3. Keberadaan competitor, stakeholder, dan customers dalam kompetisi merupakan kekuatan yang harus dihadapi dengan tepat dan efektif, karena itu professionalism diperlukan untuk menanganinya, sedemikian rupa sehingga kehadiran mereka merupakan kekutan bagi pertumbuhan perguruan tinggi.

References

  • Brown, S., Doherty, A.M., Clarke, A.B, 1988, Romancing The Market, Routledge Publisher, New York.
  • Grant, M. Robert, 1995. Contemporary Strategy Analysis, Blackwell Business, Cambridge.
  • Harvard Business Review, 2002. On Advances in Strategy, Harvard Business School Press, Boston.
  • Harvard Business Review, 1998. On Strategy for Growth, Harvard Business School Press, Boston.
  • Kaplan, Robert S., Norton, David P, 2004. Strategy Maps, Harvard Business School Press, Boston.
  • Porter, Michael E, 2004, Competitive Strategy, Free Press, New York.

HIDUP DAN KEHIDUPAN